Berita Seputar Bersih Sehat di Berbagai Media Cetak

1. Gaya Hidup Sehat - Tabloid SENIOR No. 384, 24 – 30 November 2006

Bersih Sehat Pijat Legendaris dari Jakarta

Semua diawali dari niat baik Ir. Hariono pada tahun 1983 untuk mendirikan panti pijat yang benar-benar bersih dan sehat. Kini Bersih Sehat jadi langganan tamu-tamu dari mancanegara.

Seumpama Anda punya tamu asing yang hanya memiliki waktu tiga jam di Jakarta, akan dibawa ke manakah si tamu asing itu? Saya pernah punya pengalaman serupa. Bingung! Dibawa ke Ancol atau Taman Mini Indonesia Indah, takut terjebak macet. Belum lagi masalah keamanan dan rumor sweeping orang asing yang tentu membahayakan tamu kita.

Rekan kontributor dari Harian Asian Wallstreet Journal ternyata cerdas menghadapi situasi serupa itu. Ajak saja si tamu asing rileks sejenak di griya pijat Bersih Sehat di bilangan Mayestik.

"Sebagian besar sopir taksi tahu Bersih Sehat," tulis si kontributor di harian berbahasa Inggris itu. "Padahal, saya tak kenal dengan wartawan itu, /to,"ungkap Hariono, Direktur Dayu Group, pemilik Bersih Sehat.

Tulisan itu mendorong semakin banyak orang asing memanjakan diri pijat di tempat langganan mantan petenis nasional Yayuk Basuki itu. Sebelumnya rumah pijat ini sudah digemari turis Jepang yang datang berombongan naik bus pariwisata.

Para awak kabin maskapai penerbangan internasional senang pula menghabiskan waktu dengan mengisi ulang "baterai" alias energi di tempat pijat itu. Demikian pula dengan komunitas diplomatik yang ada di Jakarta.

"Pernah suatu ketika ada rombo-ngan 80 turis asing yang minta dipi-jat di Bersih Sehat" kisahnya. Ke-80 orang itu kemudian dilayani di berbagai lokasi di Jakarta: Mayestik, Pondok Indah, Kelapa Gading, Puri Kencana, Hotel Sahid Jaya, dan Bintaro. Di luar Jakarta, mereka memiliki cabang di Anyer dan Bandung.

Filosofi Sungai

Pencapaian prestasi Hariono di griya pijat itu semula diawali oleh kegemarannya dipijat semasa kecil. Ketika itu, di tahun 1980-an, sulit sekali mencari tempat pijat tanpa ada konotasi negatif.

Di ibu kota, tempat pijat kerap tak jauh dari kesan mesum. "Lalu, saya dirikan tempat pijat yang benar-benar bersih dan sehat di bilangan Mayestik. Tadinya saya mengontrak ruangan kecil," katanya.

Konsep bersih dan sehat ini dijadikan budaya dalam perusahaannya. "Bahwa bersih itu hams meliputi tempat, karyawan, pakaian, penampilan, pikiran, dan mental. Sehat itu meliputi pijat yang berkualitas. Setiap pemijat harus mengikuti pelatihan khusus selama tiga bulan yang kurikulumnya dikonsultasikan ke dokter spesialis olahraga," ujarnya.

Setelah meraih standardisasi ISO 2000 tahun 2003, griya pijat itu diaudit secara berkala. "Bersih Sehat adalah tempat pijat pertama yang meraih ISO," imbuhnya bangga.

Di hari-hari awal berdirinya tempat pijat itu, komunitas Jepang adalah penggemar setianya. Untuk mengakomodasi mereka, Hariono mendirikan restoran Midori di setiap Bersih Sehat.

"Kami mengikuti filosofi river company. Sungai itu bergerak mengikuti permukaan. Gunung tidak dilawan, tetapi mengalir mengikuti jalur di antaranya. Artinya, perusahaan itu harus mengikuti selera pasar," katanya.

Pengalaman selama 23 tahun itu mengajarkan dirinya untuk fleksibel dengan perubahan selera pasar. Klien yang ingin luluran bisa pijat sambil luluran.

"Spa dulu sempat digemari. Sekarang tidak lagi. Kalau ingin terapi aroma, kami juga punya dan gratis!" tutur peraih Adikarya Wisata tahun 2004 ini.

@ DiyahTriarsari

2. Kicau Bintaro (Nomor 69, April 2006) ~ Majalah Komunitas Bintaro Jaya

“Masyarakat memang telah menyadari benar arti pentingnya kesehatan….. Salah satu cara alternatif pencegahan penyakit, yaitu dengan melakukan pijat tradisional ….. agar tubuh tetap fit dan sehat…..

Bersih Sehat merupakan tempat relaksasi dan penyegaran tubuh dengan teknik pijat tradisional yang pas untuk seluruh anggota keluarga. Mulai dari orang tua hingga anak-anak…..

Bersih Sehat tidak hanya memiliki fasilitas pelayanan untuk pijat tradisional dan refleksi, namun juga memiliki fasilitas untuk shiatsu, akupresur, aromaterapi, dan lulur. Bahkan, di Bersih Sehat Bintaro, memiliki salon dengan berbagai pelayanan kecantikan…..

Mendengar nama tempat pijat, boleh jadi masyarakat akan mengernyitkan dahi. Pasalnya, banyak tempat pijat yang berubah ‘status’. Namun, paradigma itu akan sirna dengan sendirinya ketika menginjakkan kaki di Bersih Sehat. Lingkungan yang tenang dan higiens, hingga staf yang profesional dan terlatih, akan memberikan kenyamanan bagi seluruh keluarga.”

3. Republika (Jumat, 12 Agustus 2005)

Judul artikel : Griya Pijat Bersih Sehat, Pilihan Berpijat Bersama Keluarga

“Ini satu-satnya panti pijat di Tanah Air yang memiliki ISO. Standar itu diterapkan pada sembilan cabangnya, yakni tujuh di Jakarta, satu di Anyer, dan yang terbaru adalah cabang Bandung.....

Memasuki cabang griya pijat ini,..... Anda akan merasa berada di tempat santai yang santun. Segera terasa dominasi interior kayu berpadu bebatuan. Interior berseni, furnitur kayu antik, tempat mandi yang nyaman dan ruangan pijat yang benderang, memang menjadi standar mereka.

Pemijatnya adalah para wanita yang berusia tak kurang dari 30 tahun. Bersih Sehat menyediakan bagian khusus bagi tamu wanita. Sementara bagi pasangan suami istri, mereka disediakan ruangan tersendiri.

Tak satu pun cabang griya pijat ini memiliki kamar VIP. Fasilitas yang disediakan adalah sauna dan steam, termasuk yang tersedia cuma-cuma untuk konsumen.....

Paling menonjol dan dapat diunggulkan adalah kualitas layanan pijatnya. Itu karena semua pemijat Bersih Sehat mendapat pelatihan sedikitnya tiga bulan sebelum menerjuni profesinya. Mereka dilatih oleh instruktur mulai menyangkut teknik pijat, pengetahuan anatomi tubuh, hingga etika.....”

4. Warta Kota (Rabu, 29 Desember 2004)

Judul Artikel : Pijat Yang Benar-benar Pijat

“.....Pijat? Hm, asyik juga, tapi di mana bisa menemukan tukang pijat? Ups, jangan berpikir yang bukan-bukan dahulu. Ada satu tempat yang benar-benar pijat. Salah satunya ‘Bersih Sehat’. Bisnis pijat di bawah payung Dayu Group yang didirikan oleh Hariono ini sekarang telah memiliki delapan cabang, tujuh di antaranya berada di Jakarta, sedangkan satu lagi di Anyer.

Datang ke Bersih Sehat yang telah terpilih sebagai pemenang Adikarya Wisata tahun 2004 dan memperoleh penghargaan ISO 9002 terkesan menyenangkan. Dengan menggunakan bilik-bilik yang ukuran lebar 70 cm dan pajang 3 meter, pelanggan bisa langsung tertidur begitu tangan-tangan terampil yang mengenakan seragam seperti perawat itu menyentuh tubuh karena harum aromatherapi.

Di Bersih Sehat tersedia pula ruangan khusus untuk wanita. Pria tidak diizinkan masuk ke ruangan tersebut. Tetapi bagi wanita yang ingin melakukan pijat bersama suaminya, mereka bisa memilih ruang umum. Namun, mesti berada dalam satu ruang, suami istri tetap dipisahkan oleh kain pemisah bilik.

Selama pijat, tidak dizinkan menggunakan telepon seluler karena sebagian besar pelanggan yang tengah pijat sedang tidur. Karena itu begitu masuk ruangan pijat, suasana tenang terasa menyejukkan.

Datang ke Bersih Sehat, Anda tidak perlu membawa baju atau kebutuhan lainnya karena semuanya sudah tersedia. Anda tinggal membawa diri dan tentunya uang untuk membayar biaya servis. Handuk, sabun, shampoo, dan kimono tersedia di kamar mandi. Bahkan tersedia pula alkohol untuk membersihkan tangan.....”

5. Kontan, 23 Juni 2003

Bersih dan Sehat

Rhenald Kasali,Ketua Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia - llmu Manajemen

Hari Rabu kemarin, saya mendapat undangan untuk menghadiri pesta ulang tahun kedua puluh sebuah merek na-sional. Undangan ini tampak istimewa karena dihadiri sekitar 400 ibu-ibu juru pjjat beserta orang-orang yang senang dipijat. Ada selebriti, pengusaha, politisi, eksekutif, dan beberapa orang asing. Mereknya begitu kuat, tapi jangan can iklannya di teve atau di surat kabar. Anda mungkin sudah bisa menebaknya. Itulah ulang tahun Griya Pijat Bersih Sehat.

Dari namanya saja sudah tercermin spirit perjuangan melawan mitos kebanyakan bisnis panti pijat yang, maaf, kurang bersih dan kadang juga berkonotasi kurang se­hat. Mari kita pelajari bagaimana Bersih Sehat membangun brand-nya.

Membangun merek, sekali lagi, adalah sebuah upaya membangun kepercayaan. No trust, no busi­ness. Bagi orang Indonesia, trust adalah sesuatu yang mewah. Lihatlah, betapa curiganya kita terhadap segala sesuatu yang ditawarkan oleh siapa pun. Seorang kiai atau intelektual yang dipercaya tiba-tiba saja kehilangan kepercayaan, ma-nakala ia menjadi politisi atau pre-siden sekalipun. Pasar membeda-kan dengan gari's yang tegas antara nama perorangan dengan nama komersial. Begitu masuk ke dunia komersial, sebuah "nama" akan bernuansa lain. Pada saat berada di pasar, sebuah reputasi mengalami ujian yang mahadahsyat. Begitulah nasib yang juga akan dialami oleh ibu-ibu tukang pijat, yang mungkin dulunya adalah ibu-ibu rumah tangga biasa.

Bermula dari sebuah rumah sewa di arena Pasar Mayestik, kini Bersih Sehat sudah menjadi sembilan cabang. Griya pyat ini justru beranak-pinak pada masa krisis. Kepercayaan didapat ketika bisnis lain di tanah air kurang mendapat kepercayaan. Bahkan, di saat lahirnya kelompok massa berbaju agama yang membakar arena bisnis yang diduga maksiat. Seorang teman memberitahu, ternyata tokoh-tokoh penggerak massa itu juga se­nang pijat, dan setelah diberi vou­cher gratis, barulah ia tahu bahwa griya pijat yang satu ini jauh dari fantasinya yang berkonotasi negatif. Tapi, itu pun tak lepas dari hubungan para juru pyat yang ternya­ta berkeluarga dekat dengan seorang tokoh yang amat disegani pemimpin itu.

"Customer evangelist adalah pelanggan loyal yang ingin agar bisnis Anda tetap hidup dan bahkan tumbuh terus."

Kepercayaan tentu saja tidak bisa dibangun oleh kejadian "kebetulan" demi "kebetulan". Keperca­yaan harus diawali dari sebuah produk yang baik, yang diterima oleh pasar, dan pasar itu sendiri melahirkan apa yang disebut McConnell dan Jackie Huba (2003) sebagai customer evangelist.

Kerja sama untuk menciptakan standar

Customer evangelist adalah pe­langgan loyal yang ingin agar bis­nis Anda tetap hidup dan bahkan tumbuh terus dengan menularkan loyalitasnya pada orang lain. Ia mengajak orang-orang baru berkenalan dengan produk Anda tanpa minta bayaran apa pun. Bahkan, ia rela membayarkan orang lain un­tuk bergabung. Dalam bukunya, McConnell dan Huba mencerita-kan bagaimana Ann McGee-Coo-per menjadi customer evangelist bagi Southwest Airlines. Setelah Tragedi 11 September yang menyurutkan minat penumpang terbang, Ann justru mengajak teman-temannya terbang bersama maskapai ini. Ia membeli saham Southwest yang sedang jatuh, bah­kan mengirimkan cek sebesar US$ 500 untuk mencegahnya agar ja­ngan bangkrut. Apalah arti US$ 500 bagi Southwest? Bukan nilai itu yang penting. Nilai kepercaya­an dari customer evangelists itu­lah yang tak ternilai.

Bersih Sehat membangun keper­cayaan juga dari produk, dari pelayanan, dari konsistensi yang berkelanjutan, yang ditransfer dari satu orang kepada orang lain. Tidak mudah menyalurkan kesamaan itu pada 400 orang yang kini bisa membawa pulang uang lumayan untuk keluarga mereka.

Beberapa waktu yang lalu saya diberitahu Hariono, pemilik usaha ini, Bersih Sehat berhasil menda-patkan sertifikat mutu ISO 9002 dari International Organization for Standardization yang berkedudukan di Geneva, Swis. Sertifikat itu berlaku untuk cabangnya yang di Mayestik. Seperti kebanyakan orang, teman-teman yang kurang mengerti langsung bertanya, "Su­dah dapat ISO, ya, bayar berapa?" Kebanyakan kita berpikir sertifikat adalah sesuatu yang bisa dibeli. Keliru. Bersih Sehat membangunnya dari detik ke detik. Mereka menggunakan konsultan dari Belanda yang sangat rewel, yang terkesan "angker" bagi para juru pijat dan reseptionis Bersih Sehat. Tapi, dari kesalahan-kesalahan yang di-temukan konsultan dan auditor, mereka justru belajar bahwa dibutuhkan kerja keras dan kerja sama untuk menciptakan standar. Mere­ka bukan cuma mengaudit direkturnya yang pandai menyembunyikan fakta, tapi juga mengaudit office boy yang lugu. Dari situ me­reka melakukan sejumlah perbaikan, ya untuk kepentingan karyawan, ya konsumen.

Kemarin, di pesta ulang tahun ke-20, Bersih Sehat merayakan de­ngan satu hadiah lagi, Sertifikat ISO 9001 untuk seluruh cabangnya.Semua tukang pyat bersorak sambil meneteskan air mata. Apa yangbisa kita pelajari? Reputasi adalah dasar bagi pembangunan sebuah merek, dan sekali lagi kita mengetahui, nama merek ini tidak bisa di­bangun dengan iklan, tapi dengan
produk yang berstandar tinggi, de­ngan konsistensi yang melahirkan customer evangelists.

6. Asian Wall Street Journal, 27 - 29 September 2002

3 Hours In … Jakarta

Just Relax 

Your Guide: Ong Hock Chuan, Jakarta-based partner at Maverick, a public relations firm specializing tn crisis communications and brand marketing.

Where He'd Go: The Mayestic branch of Bersih Sehat, a chain of massage centers in Indonesia, for a relaxing massage and then a meal at the In-house Japanese restaurant, the Midori.

What He'd Do There: To get there, ask your taxi driver to go to "Bersih Sehat, Mayestic"—most of them should know the way. If they don't, ask the driver to head-for the Mayestik area, which is roughly southeast of the business district. Rates at the massage center are fixed—the hourty rates are published at the reception desk—so you don't have to haggle or worry about being overcharged. The center charges 60,000 rupiah (US$6.67) an hour for a relaxing traditional massage where ground herbs and oil are massaged into the body. Of indulge in a shiatsu massage (finger pressure) or a Lulur treatment (massage and body scrub with Indonesian herbs). The Lulur treatment costs a little more—150,000 rupiah for one and a half hours. The only thing you need to remember is to tip the masseuse anything from 10,000 ruptah. Finish with a meal at the establishment's Japanese restaurant. Traditional fare on offer includes sashimi., yakitori (skewers of grilled chicken) and udon noodles. On Friday,. Saturday and Sundays the restaurant also has a live old-time band crooning out Indonesian hits from years back.

Why You SHOULD Go: The traffic, congestion and pollution of Jakarta can jangle anybody's nerves-you dont want to be stuck Sn traffic tf you have only a few hours to spare, Mayestic is only ABOUT half an hour from Jakarta's main business district.With your batteries recharged you'll be ready for that next meeting or flight

—as told to Celine Fernandez

Journal Link: For an archive of past recommendations, see the online journal at WSJ.com.

7. Suara Pembaharuan, Kamis, 1 Agustus 2002

EKONOMI & BISNIS

SUARA PEMBARUAN, Kamis, 1 Agustus 2002

 

Bersih, Sehat, dan Kreatif

Para penggemar pijat sejati di Jakarta, rasanya mengenal nama Bersih Sehat. Dan mungkin pernah merasakannya dan menggemari jasa yang diberikannya. Menurut penuturan Hariono, pemilik dan. pengelolanya, banyak nama Orang yang terkenal menjadi langganan Bersih Sehat.

Karena itu, ketika beberapa tahun lalu Pemda DKI menutup semua panti pijat, karena dianggap di dalam biliknya terjadi bisnis maksiat, banyak konsumennya melayangkan protes di media massa, sambil menjelaskan bahwa Bersih Sehat itu panti pijat yang sesungguhnya. Bahkan, Bondan Winarno sampai menulis kolom di Tempo ten-tang bisnis ini. Tulisan ini, sampai kini menjadi hiasan dinding di gerai Bersih Sehat.

Bersih Sehat adalah "ciptaan" Ir Hariono. Disebut ciptaan karena seluruh produk ini adalah hasil kreatifitas Hariono seorang diri. Mulai menyiapkannya, membangunnya, dan sampai membuka cabang di Singapura.

Saya pun penggemar Bersih Sehat, bahkan sejak sebelum mengenal Hariono. Karena melihat Bersih Sehat yang unik ini, saya mengundang Hariono untuk diwawancarai. Sampai sekarang saya masih sering mampir untuk pijat di Bersih Sehat.

Saya juga bertemu Hariono di salah satu griya pijatnya: Sampai kini kami jadi berteman baik. Pada setiap ceritanya terselip semarigat yang tinggi untuk maju, dan Hariono juga mengenalkan teman-temannya yang sama-sama Arema (Arek Malang) untuk diwawancarai. Berbicara dengan kelompok Arema ini selalu menarik dan menyenangkan.

Bisnis Ciptaan Sendiri

Bagi saya Hariono adalah salah pebisnis yang layak dijadikan contoh untuk anak muda yang bercita-cita jadi pengusaha. Semua tahapan menjadi pengusaha dilaluinya, dan dilakukannya sendiri, dan berakhir dengan sukses.

 

Resep bisnisnya sederhana, 15 persen adalah bakat, keturunan, modal, dan pendidikan, 85 persen sikap mental positif. Tentu saja, resep ini dilahirkannya setelah lama berkecimpung dalam bisnis, dan kemduian menjadi keyakinan baginya. Ini berbeda dengan para calon pengusaha, yang lebih banyak mengeluhkan soal modal.

 

Kita lihat perjalanan bisnisnya, sejak selesai kuliah hingga kini. Hariono adalah sarjana teknik sipil ITB. Selulus ITB ia menjadi pegawai negeri. Mulai dari sini sikap mental positifnya sudah muncul, yaitu ia merasakan ada yang ganjil di tempatnya bekerja, ia mendapat gaji tapi tidak ada pekerjaan. Karena itu, ia minta dipindahkan ke tempat yang banyak pekerjaannya.

 

Bahwa Hariono terdampar menjadi pegawai negeri adalah hal yang sangat wajar. Sebab, garis keluarganya tidak ada yang pengusaha. Ayahnya pblisi, ibu bidan, kakak-kakak jadi pegawai negeri. Maka menjadi pegawai negeri mestinya sudah "seharusnya begitu".

 

Tetapi, sikap mental positif inilah yang membawanya ke dunia bisnis. Ia mengartikan sikap mental positif itu adalah kreatifitas yang tinggi. Soal kreatifitas ini memang tampak pada semua bisnis yang ditekuninya.

 

Pertama, kreatifitas itu muncul ketika memilih bidang usaha. Sejak kecil Hariono sering dipijat oleh ibuya yang bidan sehingga pijat baginya adalah kebutuhan. Tahun 1980-an, dua kali sepekan Hariono dipijat, yang akhirnya melahirkan gagasan untuk membuka griya pijat sendiri.

 

Akhirnya, jadilah Bersih Sehat seperti sekarang, Artinya, Hariono memulai bisnis di bidang yang dia sukai, dan ketahui betul. Bukan sesuatu yang baru sama sekali.

 

Kedua, kreatifitas membangun image pijat yang bersih dan sehat. Hal ini saya kira kerja berat. Sebab, hampir semua orang kalau disebut panti pijat konotasinya mesum. Hariono dengan kreatifitasnya tinggi berhasil menghapus image ini pada Bersih Sehatnya. Pelanggannya adalah orang yang gemar dipijat, sebagian adalah para selebriti.

 

Ketiga, kreatifitas membangun standar. Saya sudah mencoba beberapa gerai Bersih Sehat. Saya merasakan standar yang sama dari semua p.elayanannya, siapa pun pemijatnya.

 

Hal ini memang dirancang sejak awal oleh Hariono, Semua pemijat mempunyai keterampilan yang sama, tidak ada bintang di antara pemijatnya (Konsep ini katanya, ditiru dari Srimulat ketika masih dipimpin oleh Teguh). Karena itu, Bersih Sehat sudah berhasil mengantongi sertifikat ISO 9002.

 

Keempat, kreatifitas membidik konsumen. Konsumen yang datang ke Bersih Sehat bukan sopir atau pekerja fisik lain. Tetapi, kalangan yang berkantung tebal.

 

Hariono berhasil membidik pasarnya dengan baik. Man griya pijatnya tidak dipasang di koran ber-Bahasa Indonesia, tetapi dipasang di koran ber-Bahasa Jepang atau Inggris. Karena itu, sebagian pelanggannya adalah orang asing.

 

Nah,. konsumen ini adalah orang berduit. Setelah berpijat, Hariono menangkap konsumen ini sekali lagi agar mereka makan di restoran miliknya juga yang berada di sebelah Bersih Sehat. Tempatnya nyaman, ada musik hidup dari panggung. Sajiannya, makanan Jepang.

 

Kelima, kreatiftas membuka cabang bersih Sehat di Singapura. Bagi Hariono yang belum berpengalaman membuka bisnis di Singapura, membuka gerai di sana adalah hal yang sulit, kendati secara peraturan sangat terang-benderang apa yang harus dilakukan.

 

Yang jadi soal adalah bisnis pijat tradisional ini baru pertama kali dibuka di Singa¬pura jadi belum ada contoh atau polanya. Hanya kreatifitas yang tinggilah yang; akhirnya gerai tersebut akhirnya dibuka juga.




Berita lainnya :
 
Ke berita utama...
 
 
 
 

 

 

Tentang Kami | Produk | Berita | Kontak Kami

Copyright © 2005 Dayu Group
All rights reserved